Powered By Blogger

Selasa, 13 September 2011

EMAS DIPREDIKSI BERASAL DARI LUAR ANGKASA

Emas telah lama menjadi rebutan manusia karena abadi dan daya jualnya tinggi. Namun siapa sangka jika emas yang kita gunakan sehari-hari berasal dari langit?

Penelitian terbaru mengenai asal muasal emas dilakukan oleh ahli geologi dari University of Bristol, Inggris, Matthias Willbold. Ia bersama rekannya mengumpulkan sampel dari daerah pembentukan batuan di Greenland bernama Isua. Batuan di daerah ini muncul dari erupsi, yang terjadi 3,8 miliar tahun lalu, yang menimbun lapisan lebih tua.

Dalam ekspedisi penelitian tersebut ia menemukan batuan Isua mengandung isotop tungsten dalam proporsi berbeda dibandingkan batuan Bumi dan meteorit. Willbold berpendapat bahwa sebuah peristiwa penting telah mengubah rasio isotop ini. Kecurigaan ini mengarah pada penjelasan tunggal bahwa bombardemen meteorit sekitar 4 miliar tahun lalu menyumbang campuran logam pada kerak Bumi.

Logam mulia seperti emas diperkirakan berasal dari serpihan meteorit yang menghujam Bumi. Saat hujan batu angkasa terjadi, kerak bumi telah mengeras sehingga serpihan logam yang terkandung di dalam meteorit menyangkut di lapisan tanah.

Teori ini serta-merta menjelaskan misteri kemunculan emas di kulit bumi. Menurut kajian geologi, kerak dan mantel bumi tidak mungkin mengandung emas karena logam mulia ini akan mengendap ke pusat Bumi ketika planet belum memadat.

"Sekarang peneliti bisa menunjukkan bahwa bombardemen meteorit ini benar-benar terjadi dan menanamkan emas ke Bumi," ujar Willbold.

Meski bisa menjelaskan asal muasal emas, teori Willbold masih meninggalkan sedikit kelemahan. Menurut ahli geologi dari Trinity College Dublin, Irlandia, Balz Kamber, jika bombardemen meteor menyumbang logam mulia, maka batuan sedimen yang ada saat itu harus mengandung banyak logam. "Kenyataannya tidak demikian," ujar Kamber.

Peneliti geologi sendiri tak meragukan peristiwa bombardmen di awal pembentukan bumi. Namun, kata Kamber, peristiwa tersebut seharusnya menghasilkan elemen lain, seperti air, bukan logam mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar