Powered By Blogger

Selasa, 12 April 2011

Sebuah Tanya


Soe Hok Gie
Selasa, 1 April 1969

akhirny smua akan tiba
pada suatu hari yg biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

apakah kau msih berbicara selembut dahulu
meminta ku minum susu dan tidur yg lelap?
sambil membenarkan letak leher kmejaku

(kabut tipis pun turun pelan2-pelan
di lembah ksih, lembah mendalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yg menjadi suram
mresapi belaian angin yg menjadi dingin)

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ktika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dkat

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yg sepi
kota kita berdua, yg tua dan terlena dalam mimpinya
kau dam aku berbicara
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yg basah menyelimuti jakarta kita)

apakah kau masih akan brkata
kudengar derap jantungmu
kita bgitu brbeda dalam smua
kcuali dalam cinta

(hari pun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yg kita tidak mengerti
seperti kabut pagi itu)

manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yg begitu biru

Tidak ada komentar:

Posting Komentar